Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seperti Inikah Yang Berharap Surga? Mendo'akan Mereka Saja Sering Lupa


Melihat seorang kakek dengan penuh kepayahan, bertelekan tongkat, menuju mesjid untuk sholat berjamaah, masih keraskah hati ini untuk tidak menunaikan shalat berjamaah, padahal raga ini kuat dan sehat?

Melihat seorang ibu tua mendorong roda dagangan, menjajakan dagangan berupa gorengan, dan ternyata hujan mengguyur, hingga dagangannya tak laris. Tapi ia masih bisa tersenyum penuh keridhoan. Masih keraskah hati ini untuk tidak ridho dengan kenyataan yang sebenarnya lebih layak dari dia?

Melihat dan ngobrol dengan dua orang lelaki yang kerjaannya "membadut", dengan penuh peluh dengan penghasilan tak seberapa. Tapi mereka masih bisa tertawa bahagia membawa uang 30 ribu untuk anak istri. Masih keraskah hati ini untuk tidak bersyukur atas karunia yang Allah berikan, yang jauh lebih layak dari mereka?

Melihat seorang kakek berjualan sayur mentah dua ribuan, di depan sebuah klinik di Cianjur, yang jika laris, labanya tak seberapa. Masih keraskah hati ini untuk tidak meyakini bahwa Allah menghamparkan rizki untuk makhluk-Nya, di setiap penjuru bumi?

Melihat bagaimana saudara-saudara seiman ditindas, dilecehkan, bahkan dibunuh secara sadis untuk mempertahankan aqidahnya. Masih keraskah hati ini untuk tidak peduli kepada mereka, bahkan hanya sekedar doa?
 
Astaghfirulloh, Saya berbuat apa?
Mendo'a mereka saja selalu lupa
Seperti inikah yang berharap syurga?
Amal mana yang bisa kubawa -_-
Sementara mereka begitu gigih dalam menjalani kehidupan

Ya Robbanaa
Bimbing hamba😭
Syurgakan mereka💐
-------------

Inspirasi darinya, pengingat bagiku
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra, mentor kajian Islam remaja, selebihnya hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Seperti Inikah Yang Berharap Surga? Mendo'akan Mereka Saja Sering Lupa"