Mengingati Kembali Momen When You Tell Me That You Love Me

When You Tell Me That You Love Me, sebuah lagu lawas yang rilis tahun 1991, disenandungkan oleh Diana Ross. Lagu yang menjadi favorit anak muda jaman dulu (termasuk saya hehe, ketika baru menginjak kelas 2 SMP), temanya ya tentang cinta. When You Tell Me That You Love Me, "ketika kau katakan kepadaku bahwa kau mencintaiku". Indah kan?



Artikel kali ini tidak akan membahas lebih jauh mengenai lagu tersebut. Bukan itu yang utama. Namun, tentang cinta yang lain, yang halal dan bernilai ibadah. Bukan cinta yang berbungkus syahwat dan nafsu, yang dikemas dalam bingkai pacaran. Cinta yang halal, cinta antara suami dan istri.


Menikah dan berkeluarga bagi sebagian orang, terutama mereka yang masih lajang, bak sebuah impian indah yang mesti diraih dalam hidupnya. Ketika sepasang manusia telah mengikat janji suci di hadapan Allah untuk saling setia, ketika lisan mengucap When You Tell Me That You Love Me, mereka pun otomatis telah menginvestasikan nilai cintanya ke dalam sebuah ikatan suami-istri.


Setelah ucapan cinta terucap, setelah janji setia terucap, lantas, apakah saldi cinta mereka akan terus bertambah, semakin menipis, atau fluktuatif. Tentunya akan sangat bergantung kepada bagaimana cara pasangan suami istri tersebut memupuk investasi cinta mereka.


Idealnya, Nilai Investasi Cinta Suami Istri Terus Bertambah


Pada tataran ideal, nilai investasi cinta di antara pasangan suami istri memang terus bertambah, atau minimal terpelihara dengan baik. Akan tetapi, manusia selalu berada dalam kondisi yang dinamis sehingga kondisi pasangan suami istri akan selalu berkembang.


Perubahan dan perkembangan yang kita alami dan dialami pasangan inilah yang kerap menimbulkan riak dan gelombang saat mengarungi kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi perkembangan ini, agar tujuan hidup berkeluarga tetap dapat dicapai.


Dalam kacamata ruhiyah, bersatunya seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam satu ikatan pernikahan adalah berhimpunnya dua hati yang memiliki harapan mulia, yakni membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah.


Upaya Mewujudkan Ideal Cinta dalam Keluarga


Harapan terwujudnya keluarga dalam bingkai cinta kasih yang sakinah mawaddah warrahmah, insya Allah akan terwujud apabila setiap kita meniatkan diri secara sungguh-sungguh lagi ikhlas untuk membangun keluarga yang hanya mengharapkan ridha-Nya. Dari sinilah akan terbentuk sebuah tatanan keluarga yang penuh dengan nilai-nilai akhlakul karimah.


Secara emosional, tentu harus terus diasah keyakinan bahwa pasangan kita adalah anugerah terbaik dari Allah sehingga kita pun mencintainya sepenuh hati sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya. Oleh karena itu, berusaha untuk terus mengenali potensi kebaikan dalam diri pasangan adalah hal mutlak yang perlu dilakukan.


Dengan demikian, ketika ada kekurangan yang terlihat, kita tidak terlalu mempersoalkannya. Karena bagi kita, dalam kekurangannya itu terdapat sejumlah besar kebaikan yang potensial. Atau dengan kata lain, 1001 Cara Suami Mencari Kelebihan Istri


Frame cinta inilah yang akan membuat kita lebih sabara menghadapinya, lebih memahami hasratnya, dan lebih berupaya menjadi pasangan yang lebih baik bagi dirinya. Cinta itulah yang akan menjaganya karena cinta akan melahirkan rasa saling memiliki, saling menghargai, saling tolong, dan toleransi. Bagaimanapun, rumah tangga yang ingin kita miliki tentu bukanlah untuk tahun ini saja, melainkan untuk dunia dan akhirat.


Bagi saya, inilah pentingnya mengapa kita harus selalu menyegarkan rumah tangga. Mengingati kembali, ketika kata cinta terucap pertama kali diiringi akad suci yang mengikat hati, berjanji saling setia, dan mencapai tujuan mulia. 


Segala tulisan saya tentang rumah tangga, tentu saja bukan untuk "mengajari ikan berenang", melainkan sebagai bahan renungan bersama terhadap hal-hal sederhana yang mungkin terlupakan dalam perjalanan kehidupan suami-istri.


Mudah-mudahan artikel-artikel sederhana ini dapat menjadi bagian dari "puzzle wawasan" yang sedang disusun para pembaca guna meningkatkan investasi cinta di dalam keluarga. Semoga semua jerih payah kita dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, senantiasa mendapat limpahan ridha serta kasih sayang Allah Swt. Aamiin.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel