Inilah Uniknya Dirimu, Sedang Aku Masih Berat untuk Meniru


Sekedar ilustrasi, di Khoiru Ummah

Kamu itu unik, beda. Banyak yang membedakan dirimu denganku, walau dalam hati terdalam, aku pun ingin menirumu. Tapi, ternyata keinginan berbeda dengan kenyataan. Itulah yang menjadi pembeda dirimu denganku, di mana aku seringkali kalah oleh lelah, terhenti sebab malas. Sedang engkau berani melawan semua itu.

Kamu itu benar-benar unik.

...💕 Ketika orang lain sibuk mencari perhatian dan pujian, engkau justru berusaha memilih bersembunyi dan mencari keikhlasan, itulah sepinya.

Ketika orang lain tertidur pulas, engkau justru berusaha harus bangun untuk sholat malam, itulah susahnya.

Ketika orang lain bersikap kikir, engkau justru berusaha berbagi, itulah sukarnya.

Ketika orang lain hanya senang menikmati, engkau justru berusaha menciptakan, itulah rumitnya.

Ketika orang lain yang menyakiti, engkau justru harus memaafkan, itulah perihnya.

Ketika orang lain banyak melakukan dosa dan maksiat, engkau justru berusaha bertaubat dan melakukan amal shalih, itulah ujiannya.

Ketika orang lain sibuk menonton konser musik, engkau justru sibuk membaca Al Qur'an, itulah bedanya,

Ketika orang lain dapat menikmati berbagai makanan setiap hari, engkau justru sering menjalankan puasa, itulah pahitnya.

Ketika orang lain dapat dengan mudah mendapat uang dengan cara yang haram, engkau justru berusaha berletih-letih kerja keras mencari yang halal, itulah beratnya.

Ketika orang lain hidup mewah dengan cara riba, engkau justru memilih hidup senderhana, itulah godaannya.

Ketika orang lain sibuk ghibah, memfitnah dan mencaci maki, engkau justru banyak bersabar, diam dan berdzikir, inilah lelahnya.

Ketika orang lain banyak melakukan amalan yang menyimpang, engkau justru berusaha berpegang teguh pada sunnah, itulah terasingnya.

Makanya tidak banyak orang seperti mu disini, untuk meniti jalan kebenaran.

Sebab memang berat harus kau jalani, Karena itu ada kalanya kita harus bersabar dalam lelah, kesakitan, sendiri, sepi, air mata, panas dan caci maki, semua itu kita bertahan demi menggapai ridho-Nya.

Dan memang begitulah ujiannya, sebab Surga sering berbeda dengan nafsu kebanyakan orang. Karenanya itulah mengapa pejuang kebenaran sering kali ia sendirian.

Dan itulah keseharianmu
Dan itulah uniknya dirimu

Sedang aku, hanya kagum namun tertatih-tatih dengan langkah berat untuk menirumu. Namun, azam tetap terpatri, bahwa akupun harus sepertimu, in sya Allah.

#SelfReminderUkhtyRya


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel