Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Antara Aku, Engkau, dan Captain Afwan: Sebuah Cerita Indah Setelah Sesuatu Tiada

Antara Aku, Engkau, dan Captain Afwan. Sebuah cerita indah setelah sesuatu tiada. Antara aku, engkau, dia, dan mereka, akan ada masa kita saling belajar, saling mencontoh, dan memberi teladan dan meneladani. Siapapun kita, jika jiwa terbuka, akan mudah menerima kebaikan, sekecil apapun. Tak menutup diri dari hikmah dari sebuah fenomena yang terjadi, sesakit apapun fenomena itu.

Ini tentang sebuah fragmen kecil dari kehidupan seseorang yang tak terkenal. Sebuah kenangan dan hikmah, yang mencuat ketika dia sudah tiada. Inilah sebuah nasehat bagiku, bagi engkau, bagi kita semua, bahwa hidup adalah rangkaian langkah-langkah kecil menyusun puzzle, sehingga terbangun bentuk yang utuh. Ini sepenggal kisah Captain Afwan, pilot Sriwijaya Air yang mengalami musibah beberapa hari lalu.

Kompas

Bu Nina Gartina menuliskan kembali sebuah untaian hikmah dalam status di WhatsApp-nya:

Ada nasehat-nasehat sederhana, karena ketulusan penyampainya maka Allah menggaungkannya melewati batas-batas pengenalan dan bahkan umur orang itu.

Siapa yang mengenal Captain Afwan ketika hidupnya? Mungkin tidak terlalu banyak. Tapi kala wafatnya, berapa banyak orang yang tersentuh, yang tiba-tiba mencinta, yang lalu tulus mendoakannya?

Izin meminjam barang dan mengingatkan shalat shubuh. Betapa bersahaja pesan itu. Tetapi menjadi palu godam yang menghantam kita bertalu-talu; tentang HAK SESAMA dan IBADAH PALING UTAMA yang sering kita abai dan lalai.

Tentu kita tak menyucikan siapapun di sisi Allah. Tetapi selalu ada hikmah besar. Alangkah beruntungnya kekasih Allah yang disembunyikan di antara manusia semasa hidupnya, lalu Allah baru membuka jati dirinya setelah wafatnya. Betapa selamat hatinya. Betapa bersih niatnya. Betapa luhur warisannya.

Masya Allah.
Ini beberapa "fragmen" dari sisi hidup Captain Afwan

Ditemukan sepucuk surat yang ditulis almarhum. Captain Afwan menuliskan pesan bahwa dirinya telah meminjam sebuah charger kepada seseorang bernama Agung.



Tak lupa, Captain Afwan juga menuliskan ucapkan terima kasih karena sudah dipinjami charger tersebut.

Agung,, Saya pinjem chargernya sebentar ya. Tks sebelumnya,” tulis Afwan dalam sepucuk suratnya.

Tak hanya itu, Captain Afwan juga menuliskan pesan di akhir suratnya yang mengingatkan kepada pemilik charger untuk tidak lupa menjalankan ibadah Shalat Subuh.

"Jangan lupa solat subuh," tulis Kapten Afwan berikutnya.

Surat itu pun kemudian diakhiri dengan sebuah tanda tangan dengan nama jelas di bawahnya yakni Captain Afwan.

Bertanda tangan dengan nama jelas Cpt. Afwan, surat ini mendadak populer di Twitter. Sejumlah orang mulai memposting ulang dan mencuitnya dengan kalimat simpatik.

Captain Afwan dikenal sebagai pribadi yang baik. Tetangga dan keluarganya mengenal Afwan sebagai pribadi yang rajin beribadah. Foto profil WA-nya pun tak kalah menyentuh, yakni foto Superman tengah Sholat.



Setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak shalat lima waktu,” ucap kalimat dalam tulisan di sisi kanan gambar Superman.

Dari Captain Afwan, kita belajar keteguhan memegang prinsip Islam, di tengah kondisi zaman yang penuh dengan keburukan. Dari Captain Afwan kita belajar bahwa sesuatu yang sederhana menurut pandangan kita, namun di sisi Allah sangat berharga.

Maka, antara aku, engkau, dan dia, sama-sama dan bersama saling memberi makna, mengurai hikmah, saling menasehati tak hanya dengan lisan, namun yang pokok dan utama dengan tingkah dan perbuatan, yang akhirnya, kita belajar, tak penting menjadi terkenal di kalangan manusia, namun yang terpenting "terkenal" di sisi Allah.

Semua itu bisa diwujudkan, dengan amal...amal..dan amal. Ya Allah mampukan kami menggapai ridho-Mu!

Trims :
1. Kompas TV
2. Bu Nina Gartina
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra, mentor kajian Islam remaja, selebihnya hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Antara Aku, Engkau, dan Captain Afwan: Sebuah Cerita Indah Setelah Sesuatu Tiada"