Aku Sudah Tak Sabar Ingin Menjadi Ibu Seutuhnya, Nak!

Secara kodrati, wanita adalah ibu bagi anak-anaknya. Pun dalam Islam, posisi wanita yang begitu dimuliakan, posisi terbaik seorang wanita adalah sebagai ummun wa robatul bait. Sebagai ibu dan "penguasa" rumah.

Sebagai "ummun", sebagai ibu, tak sekedar melahirkan anak tercinta, namun juga ada kewajiban lain menanti, mengasuh dan mendidiknya. Mendidik dengan segenap rasa, curahan perhatian, dan dengan ilmu yang benar. Karena memang ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya.

Begitulah peran terbaik ibunda dalam kehidupannya, melahirkan, membimbing, dan mendidik generasi agar tumbuh dalam bingkai aturan syariat.

Namun berbeda antara tataran ideal dengan realita. Karena sistem kapitalisme tidak berpihak kepada kesejahteraan umat, sehingga ibunda yang seharusnya berfokus di rumah dan memberi pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, terpaksa harus keluar dan bekerja. Kondisi ini tentu akan sedikit banyaknya mengurangi kuantitas dan kualitas perhatiannya kepada keluarganya.

Tentu banyak alasan ibunda bekerja. Aneka motivasi menyertainya. Yang umum, ingin membantu sang suami untuk mewujudkan impian mereka bersama, impian dalam rumah tangga yang mereka patri di awal menjadi suami istri.

Maka, nurani keibuan ibunda menjerit. Menginginkan dirinya bisa menjalankan peran utamanya di rumah. Sedangkan segala kebutuhan hidup diri dan anak-anaknya, tertanggulangi sang suami.

Seorang ibu dari dua anak, seorang karyawan niaga di sebuah supermarket, merasakan kerinduan menjadi ibu seutuhnya. Seorang ibu berusia 37 tahun, murid kami angkatan ke-3 di sebuah madrasah tsanawiyah, sekian puluh tahun yang lalu ini, menuliskan kerinduannya menjadi ibu yang seutuhnya.

Berikut penuturannya kepada ukhtinews.com.

Aku sudah tidak sabar ingin menjadi ibu yang seutuhnya yang setiap harinya fokus beribadah, ngurusin anak-anak, suami, dan rumah tangga. 

Tapi entah kapanšŸ¤·‍♀️šŸ˜­semoga di tahun 2021 ini Allah selalu memberiku kemudahan, keberkahan, keselamatan, kelancaran dalam melakukan segala halšŸ¤²dan menjadi pribadi yang lebih baik lagišŸ¤².

Putri tercintanya

Dari penuturannya tersebut, jelas tersurat keinginannya untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya, menjadi istri bagi suaminya, dengan menjalankan segala kewajibannya dengan maksimal. Sebuah kesadaran akan fungsi dirinya.

Di akhir penuturannya, ia menyelipkan oesan terbaiknya untuk buah hatinya.

Anak anakku tersayang❤️

Tak jarang kalian ibu dan ayah anggap sebagai anak-anak yang kurang nurut

Padahal kalian itu anak-anak yang sangat ibu dan ayah nantikan,

Bahkan tak jarang ibu dan ayah membentak kalian hanya, karena kurang sabarnya ibu dan ayah saat menjaga kalian,

Anak anakku tersayang❤️

Semoga kalian berdua selalu ridho dalam segala kekurangan ibu dan ayah saat mengurus kalian

Dan smoga ibu dan ayah bisa belajar ikhlas saat menjaga dan membesarkan kalianšŸ¤²šŸ˜„

Sehat terus ya kalianšŸ¤²sedikit pun ibu dan ayah tak minta hadiah apa-apa tapi ibu dan ayah kepingin kalian itu menjadi anak anak yang sholeh dan sholeh, nurut sama ayah dan ibu ya sayangšŸ˜„

Masya Allah. Semua harapanmu, semua keinginanmu untuk menjadi ibu seutuhnya, semoga terkabul. Semoga Allah memberi jalan terbaik bagimu dan keluargamu.

Aamiin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel