Menumbuhkan Kemampuan Menulis Sejak Dini dengan Membiasakan Menulis Diari

Sahabat Ukhti, tahu kan diari? Diari biasanya berbentuk Sebuah buku catatan harian, yang ditulis pemiliknya untuk mengabadikan momen yang dialami, tentu dalam bentuk tulisan atau mungkin disisipi ilustrasi. Namun yang jelas diari itu berhubungan erat dengan tulis menulis.

Gadiza Mumtaz Munawwar

Ayah bunda, kemampuan menulis ini kiranya perlu ditumbuhkan sedari dini. Buah hati perlu dimotivasi untuk belajar mengekspresikan sesuatu dalam bentuk tulisan. Apapun itu. Kesenangan yang dialami sang anak, ataupun kesedihan, alangkah baiknya "dicurhatin" melalui tulisan.

Upaya penumbuhan kemauan dan kemampuan menulis sejak dini, sepertinya sudah dijalankan oleh salah seorang sahabat, yang mengharuskan putri tersayangnya untuk memiliki diari, diisi setiap hari dengan aneka ekspresi, tentu dengan gaya anak-anak.

Bahasa sederhana dari anak, ekspresi tentang sesuatu yang mungkin "hanya" ungkapan kesenangan bermain sesuatu.


Seperti kita baca, dalam gambar di atas ada tulisan-tulisan menarik, sederhana. Coretan pena dalam buku harian ananda Gadiza Mumtaz Munawwar, putri tersayang Pak Billy Munawwar dan Bu Nina Gartina.
" Aku seneng banget karena makan mie ayam di enin di Pasirhalang"
Kalau menurut pelajaran Bahasa Indonesia, itu sudah memenuhi kaidah SPOK ya?šŸ˜

Atau ada kalimat kedua:
"Jadi sore ini ibuku bilang dari hari senin sampe nanti masuk sekolah ga pegang hp. Pas aku denger aku nangis tapi sambil ketawa, dan aku bingung sendiri, ini sedih atau bahagia? Sampe akhirnya deal dan nangis lagi sebentar, baru sholat asar"
Yang nulis bingung, apalagi yang baca, apa sih sebenarnya perasaan si anak dengan "ultimatum" sang ibu tentang hpšŸ˜€

Tapi kalau kita baca seksama, pola pengungkapan ekspresi melalui diari ini, walau dengan bahasa sederhana, hampir memenuhi kaidah kebahasaan (wah keren, seperti ahli bahasa ya...hehe).

Yoga Yoshio Suparman

Kalau yang ini sebuah catatan di buku harian, kiriman salah seorang sahabat kami, atau tepatnya teman sekelas istriku sewaktu menimba ilmu di SMPN 6 Baturaja dan SMEA Trisakti Baturaja Sumsel, dan kini menetap di Jakarta. Ini karya anaknya semata wayang, Ananda Yoga Yoshio Suparman, putra tersayang Bu Silvi, kelas 6 SD. Yu kita baca ungkapan hatinya dalam bentuk tulisan berikut ini:



Jika waktu kecil semua apa yang ibu lakukan terasa biasa
Kini seiring bertambah dewasa seluruh pengorbanan itu terasa luar biasa
Tentu dengan segala keterbatasan, ibu memberikan hal terbaik untukku

Semua rasa lelah, sakit, dan cara ibu mengalahkan rasa egonya
membuat sosokmu terasa begitu hebat di mataku
dengan semua jatuh bangunmu dalam membuatku jadi sosok yang berguna di masa depan
juga kasih sayangmu dan sabarmu mengajariku, menemaniku, dan mendoakanku
di saat aku belajar daring

Buatku ibu bukan hanya sosok manusia, tapi juga malaikat penolong
yang Tuhan hadirkan secara nyata di dunia
kini izinkan aku mengantarkan ucapan terima kasih untuk semua hal telah ibu berikan

Mungkin kata-kata ini tidak setimpal dengan perjuanganmu selama ini
namun ketahuilah, bahwa aku begitu menyayangimu dan mengagumimu
terima kasih untuk segalanya

Dari putramu, yang akan selalu mengagumimu
Kita yakin, putra putri sahabat ukhti pun demikian. Memiliki diari, menuliskan ungkapan perasaan dan kejadian dalam diari tersebut, dan terkadang membuat tersenyum orang tuanya, atau bahkan menjadi bahan perenungan bagi mereka. Jika ini dibiasakan, akan menjadi pembiasaan hebat bagi perkembangan putra putri sahabat tercinta.

Manfaat Menulis Diari Bagi Anak

Lalu, apa saja manfaat menulis diari (buku harian) bagi anak? Berikut ulasan sederhananya.

1. Membantu perawatan kesehatan mental
beberapa ahli kesehatan mental setuju bahwa menulis diary dapat membantu perawatan kesehatan mental. Diary dapat diisi dengan beragam ekspresi, mulai dari tulisan, gambar, atau sekadar coretan-coretan tangan. Lagi pula, nggak ada yang membatasi gimana seharusnya cara menulis diary kok.

2. Mengembangkan rasa kepemilikan dan kontrol positif atas emosinya.
Nah, kedua keterampilan ini berguna ketika anak menghadapi lingkungan tertentu yang menakutkan atau mencemaskan. Misalnya, lingkungan sekolah atau lingkungan rumah baru.

3. Membantu anak mengeksplorasi perasaannya
Terkadang, anak-anak sulit mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Siapa tahu, dengan menulis diary, anak jadi lebih mudah mengekspresikan perasaannya. Melalui diary, anak juga bisa belajar tentang kepemilikan, yaitu memiliki informasi dan cerita pribadi yang tersimpan di diary tersebut.

4. Meningkatkan fungsi kognitif
Menurut grafolog Deborah Dewi, semakin sering seseorang menulis tangan maka saraf otaknya akan semakin kuat. Dengan menulis seseorang dipaksa untuk menggerakan banyak ototnya dan melatih fokus. (haibunda)

"Menulis tidak hanya mengasah otak dan pikiran tapi juga membantu menyusun hidup kita jadi teratur dan terarah. Mau menulis diary juga nggak masalah yang penting kan menuliskan pokok pikiran

Jika kita baca banyaknya manfaat dari menulis diari bagi perkembangan anak, mengapa tidak kita lakukan sekarang, membiasakan menulis sedari dini. Siap, sahabat?

Ucapan terima kasih:
1. Bu Nina Gartina
2. Bu Silvi
3. Hai Bunda


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel