Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Handuk Basah Di Atas Kasur, Cerita tentang Mengubah Persepsi Mengubah Segalanya

Berumah tangga itu sebuah ibadah yang menyatukan dua insan berlainan gender, dan berlainan pula karakternya. Berharap sakinah penuh cinta, namun itu tak mudah. Banyak aral melintang, baik dari dalam maupun dari luar.

Dalam perjalanannya, kadang muncul rasa kecewa, juga marah. Bukan hanya masalah besar yang menjadi pemicunya. Namun sering juga masalah kecil yang menimbulkan kekecewaan dan kemarahan.

Sahabat ukhti, mungkin pernah mengalami kesel kepada pasangan gara-gara suami yang sering lupa menyimpan kaos kaki. Pas mau pakai, sibuklah seisi rumah mencarinya. Besoknya, peristiwa serupa terulang kembali. Atau hal-hal lain yang sepertinya sepele, namun dikerjakan berulang, menjadi pemicu kekesalan pasangan.

Jika semua ini dibiarkan, dikhawatirkan akan mengganggu keharmonisan rumah tangga. Maka harus diupayakan adanya solusi, yang mampu (atas izin Allah) mengurai kembali kekusutan hubungan sekaligus merangkai kembali jalinan kasih antara suami, istri, dan semua anggota keluarga.

Kisah Handuk Basah Di Atas Kasur

Ilustrasi: Facebook

Kiranya cerita di bawah ini bisa menjadi gambaran, bagaimana langkah bijak yang harus diambil untuk mengikis rasa kesal dan kecewa atas perilaku pasangannya. Kisah ini saya ambil dari postingan seorang sahabat melalui akun medsosnya. Baik, selamat membaca dan mengambil pelajaran darinya.

Seorang istri memiliki suami yang punya kebiasaan meletakkan handuk basah begitu saja diatas kasur.

Si istri sering ngomel pada suaminya. Tapi sang suami tidak juga berubah.

Capek marah-marah, si istri mulai ganti cara dengan menyindirnya...

"Bagus sekali ada handuk basah ditempat tidur...!!!, ujarnya dengan suara sinis. 

Lain waktu si istri nyindir lagi, "Kapan handuk ini bisa jalan sendiri ke jemuran yaa..???".

Apakah suaminya berubah? Tidak...!!

Bahkan sang suami makin sebel sama istrinya.

Akhirnya si istri merasa capek sendiri.

Marah sudah, nyindir sudah, tapi tetap tak ada hasilnya.

Betapa sulitnya merubah orang lain, meski itu suaminya sendiri. Apalagi untuk hal yang sudah jadi kebiasan sejak kecil.

Akhirnya si istri mengubah pola pikirnya...!!

Baiklah...

Handuk basah ini akan menjadi permadani disurga nanti. Makin banyak aku memindahkan handuk basah ke jemuran, makin banyak permadani indahku disurga.

Setiap melihat handuk basah dikasur, si istri tersenyum dan bergegas menjemurnya.

Perasaannya bahagia.

Apakah handuknya berubah..?? Tidak..!!

Handuk basah tetap berada dikasur.

Yang berubah cara pandang dirinya terhadap handuk basah tersebut.

Waktupun berlalu...

Suatu ketika si istri kaget. Tidak ada lagi handuk basah dikasurnya. Ia sudah lupa sejak kapan ia tak lagi melakukannya.

Rupanya melihat keikhlasan istrinya, akhirnya sang suami tergerak untuk menjemur handuk basahnya sendiri.

Terkadang, ada hal yang sulit kita ubah pada orang lain. Jika ingin hasil yang lebih baik, "Maka Ubahlah Diri Kita Terlebih Dahulu". Atau, "Ubahlah persepsi, dan perhatikan apa yang akan terjadi."

Apalagi makhluk yang bernama suami. Egonya tinggi. Dan terkadang wataknya keras. Ego tinggi dan watak yang keras hanya bisa diluluh lantakkan dengan kelembutan dan keikhlasan...

Selamat bermain-main dengan pikiran anda sendiri.

Bahagia, sedih, syukur, mengeluh, semua tergantung kita yang memulai

Begitulah, sahabat ukhti, sebuah cerita sederhana yang bisa diterapkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam rumah tangga. Semua dilakukan demi satu visi yang kita patri dalam diri, bahwa rumah tangga adalah wahana untuk mencapai surga, bersama sekeluarga.

Semoga Allah Ta'ala memberi kekuatan kepada kita untuk senantiasa lurus dalam membina rumah tangga. Dan mampu menyelesaikan setiap halangan rintangan yang menghampiri.


Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra, mentor kajian Islam remaja, selebihnya hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Handuk Basah Di Atas Kasur, Cerita tentang Mengubah Persepsi Mengubah Segalanya"