Aneka Rupa Ujian Dalam Rumah Tangga

Aneka Rupa Ujian dalam Rumah Tangga . Rumah tangga dibangun idealnya untuk mewujudkan kebahagiaan bersama. Namun, Allah SWT berkehendak menguji setiap rumah tangga dengan aneka ujian. Yang keluarga satu dengan keluarga lainnya mungkin ujiannya sama namun kadarnya beda, atau juga ujiannya beda. Memang, setiap rumah tangga akan menghadapi ujiannya masing-masing.

Jadi, jangan merasa menjadi pasangan paling menderita di dunia. Sebab setiap pasangan rumah tangga menyimpan cerita duka yang berbeda-beda. Jangan pula sibuk membandingkan dengan rumah tangga lainnya. Lebih baik focus menyelesaikan sumber masalah yang ada. 

Aneka Rupa Ujian dalam Rumah Tangga


Oke, sahabat ukhtinews, dalam artikel ini akan dibahas beberapa ujian pada rumah tangga yang satu, dua, atau lebih boleh jadi kita alami.

1. Harta

Ada rumah tangga yang diberi kelebihan harta, ada pula yang kekurangan. Biasanya, kekurangan financial lebih menguji kesabaran dan kesetiaan seorang istri. Sebab, dialah yang paling menderita jika rumah tangga kekurangan harta. Tersebab dia yang mengatur pembelanjaan. Banyak istri meninggalkan suaminya karena menyerah hidup susah.

Sebaliknya, jika sebuah rumah tangga kelebihan financial, suami yang diuji kesetiannya. Sebab, tabiat laki-laki terkadang lupa diri jika harta berlimpah. Tidak ingat istri yang dulu setia menemaninya sejak dalam keadaan susah.

2. Jabatan dan Kedudukan

Ada rumah tangga yang memiliki kedudukan terhormat, entah salah satu pasangan atau keduanya. Missal, suami pejabat public, dokter, atau ustadz terkenal. Tapi ada juga rumah tangga yang minder karena di masyarakat dipandang sebelah mata. Tidak perlu memikirkan pandangan manusia. Hakikat jabatan dan kedudukan di dunia hanya sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Anak-anak

Ada pasangan yang tidak dikaruniai anak, ada yang dikaruniai anak. Yang tidak dikaruniai anak, jangan ditanya ujiannya. Harus menghadapi pandangan sinis, pertanyaan mem-bully hingga tekanan batin pun melanda.

Yang punya anak, ada yang anaknya normal-normal saja, ada yang berkebutuhan khusus. Ada yang anaknya laki-laki semua, ada yang perempuan semua. Ada anaknya yang penurut, sehingga shalih-shalih, ada juga yang sulit sekali diarahkan.

Bersabarlah, karena anak itu sesungguhnya ujian. Bersyukurlah meski mengurus anak itu luar biasa melelahkan. Belum tentu kita kuat jika diuji tanpa anak.

4. Istri

Bagi suami, istri adalah anugerah. Hidupnya jadi sempurna karena ada yang mengurus segala keperluannya. Tapi, banyak pula suami yang dibuat stress oleh istrinya karena tidak faham apa maunya. Ngomong tidak, tiba-tiba marah. Tak ada hujan tak ada badai, nangis dalam senyap. Begitulah wanita. Ingin dimengerti. Maka ia adalah ujian bagi suami.

Ada istrinya yang mandiri, suami merasa sedikit terabaikan. Ada istrinya yang manja, suami direpotkan karena ketergantungannya.

Ada yang punya istri cantik, hingga perasaan cemburu kerap melanda. Ada yang istrinya biasa saja; jangan sampai melirik istri tetangga yang lebih jelita. Apapun kondisi istri, dia tanggungan suami. Syukuri. Daripada jomblo selamanya hehe.

5. Suami

Bagi istri, suami sering dianggap sebagai musibah. Apalagi jika memiliki banyak kekurangan di matanya. Sudahlah wajah pas-pasan, penghasilan pas-pasan pula. Tidak peka, kurang perhatian. Tidak romantic, pelit, galak, dll. Istri harus banyak berkomunikasi agar tidak tertekan sendiri. Kesempurnaan pada suami itu memang tidak ada, istrilah yang menyempurnakannya.

6. Mertua

Ada rumah tangga yang diuji oleh keberadaan mertua. Suka ikut campur, mengatur, membicarakan kejelekan menantunya, dll. Ada juga tipe mertua yang merongrong dari segi keuangan. Ada mertua yang terlalu memanjakan cucu-cucunya sehingga merusak proses pendidikan anak-anak yang dibangun orang tuanya.

Semua itu bisa diatasi dengan pendekatan yang baik pada mertua. Memahamkan visi keluarga kepada mertua.

7. Nafkah batin

Terkadang, suami atau istri merasakan ketidakpuasan. Kelihatannya harmonis, padahal memendam kekecewaan. Bahkan terkadang berujung pada perceraian. Tentu harus diselesaikan. Jangan malu dan ego membicarakannya berdua.

Namun, ingat, keluarga jangan terlalu focus kepada kepuasan. Sebab tak akan ada habisnya. Tetapi ingatlah, gharizah nau’ diciptakan dalam rangka melestarikan keturunan dan menyuburkan kasih sayang.

8. Perselingkuhan

Ada rumah tangga yang diuji dengan perselingkuhan, baik suami maupun istri. Banyak factor penyebabnya. Lebih banyak dari dunia maya, walau tidak sedikit karena seringnya berdekatan, ada kenyamanan dan nyambung. Perasaan ini jika dibiarkan, tentu akan merusak keharmonisan rumah tangga.

Tema khusus tentang perselingkuhan akan saya posting di artikel selanjutnya, insyaa Allah.

Demikianlah sahabat, berbagai jenis ujian dalam rumah tangga, yang menguras air mata, menghantam stabilitas jiwa, dan memunculkan kekecewaan.

Semoga menjadi bahan renungan bagi saya, istri, dan kita semua agar tetap bersyukur dan bersabar. Apapun keadaan rumah tangga kita, di luar sana masih banyak pasangan-pasangan yang diberi ujian jauh lebih dahsyat yang mungkin tidak bisa kita tanggungkan.

Dengan bersyukur dan bersabar, semoga setiap masalah yang dihadapi dapat terpecahkan bersama hingga tercegah dari keretakan rumah tangga. Aamiin.

Terima kasih kepada Teh Kholda  



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel