Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Seorang Ibu Penganut Faham TBSS

Judul artikelnya, "Cerita Seorang Ibu Penganut Faham TBSS". Tapi judul gambarnya, Jangan malu terlihat miskin, malulah ketika kita pura-pura kaya dengan cara RIBA. Walau seolah beda, namun sahabat akan menemukan benang merah dari inti pembahasan ringan ini.

Ini cerita seorang sahabat, Ustadzah Kartika Effendi, salah seorang pengelola STP SD Khoiru Ummah Cianjur. Sebenarnya ini mewakilil prinsip-prinsip kami semua dalam proses pemilikan dan penggunaan harta, yang sekuat tenaga harus sesuai garis syariat. 

Ini cerita beliau seleggkapnya.

Pernah ada yang ngebranding ngin saya ini,, bersahaja. Mesem mesem gimana gitu dengernya..☺️☺️☺️

Gak ngerti juga penilaiannya dari mana!!

Apa yang saya punya dan pake itu yang saya mampu.. Selebih nya gak pengen dan gak mampu beli😂

Pernah sekali waktu pake tas ber-brand,, ada yang perhatiin,, dan ngomongin ternyata!! Sampai lah pembicaraan itu ke telinga saya.

MasyaAllah, bilangnya gini: 
Ustdzh tika punya tas brand itu pasti bukan beli sendiri,,pastinya dibeliin sama orang tua nya!!

Ih bisaan ya tebakkannya teh... Asli bener banget!!🤪

Mamah itu yang sering peka tentang hal ini, penampilan itu no 1, katanya: meh teu dihina batur,, 😆

Asli sy tuh bukan orng modis yang harus matching klo mau tampil, cenderung cuek,, termasuk type setia, asli!! Klo punya sepatu dan sendal ituuuuuuu aja, can soek dan coplok mah eta we. Sendal dan sepatu yang dibeli sendiri cuman satu satu, selebih nya pemberian mamah, tas nyaris gak pernah beli semua mamah yang beli in. Klo mau kondangan pinjem sepatu punya adek, meh menyesuaikan dengan kostum. Kostum ondangan itu itu juga punya nya,, ada baju yang di jagokeun😅

Citra ini juga menular ke sekolah yang saya kelola. Guru guru Khoiru Ummah nya juga bersahaja, katanya!! Para orang tua merasa nyaman, gak ada pamer harta disekolah, baik anak dan orang tua. Mereka mengikuti proses belajar sama. Gak ada pencitraan, BEGINI adanya kami

  • Asal mereka tau..
  • Kita ini menganut faham:
  • Tak berlebih
  • Secukupnya
  • Semampunya
  • Menjaga proses kepemilikan sesuai hukum syar'i.
  • Klo gak kebeli gak harus ngotot harus punya
NO panasan melihat rumput tetangga lebih hijau😝

Sabar adalah samudera kesejukan kami, jika Allah berkehendak dan Ridho kami pun bisa memiliki nya suatu saat nanti😇

Kami juga manusia yang sama seperti yang lain, ingin punya rumah sendiri dengan kelengkapan fasilitasnya, kendaraan yang menampung keluarga, mobil maksudnya😆😆apa daya proses memiliki itu, nampak jauh dari pandangan. Ada Jalan pintas memilikinya, tapi melewati bara api dengan proses Riba,, tak tergiur bagi kami😌

Cukup se-adanya sebisa yang kami bisa skrng,,alhamdulillah BAHAGIA. Jikalau Allah kabulkan ingin ini, kami berharap semua melalui jalan yang sesuai syariatnya

Sama sama saling doakan yukk!! 😃

Yang pengen punya rumah dengan seluruh kelengkapannya,, semoga bisa terkabul di tahun 2021,, yang pengen punya mobil karena udh gak ke angkut keluarga nya di motor,, semoga bisa segera kebeli mobil di tahun 2021

Aamiin Ya Mujibassailin 😇

TBSS=Tak Berlebih, Secukupnya, Semampunya😁
Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra, mentor kajian Islam remaja, selebihnya hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Cerita Seorang Ibu Penganut Faham TBSS"