Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesan Seorang Istri untuk Suami dan Mertua

Ilustrasi Facebook

Pernikahan itu sebuah perjanjian agung yang menjadi pintu kehalalan hubungan antara lelaki dengan perempuan. Pernikahan menyatukan bukan hanya dua insan, tetapi menyatukan dua keluarga besar. Pernikahan adalah pintu untuk mewujudkan kebahagiaan hakiki, di dunia dan di akhirat.

Namun, sebuah rumah tangga tak sepi dari cobaan. Banyak faktor yang menyebabkan munculnya gangguan terhadap keutuhan rumah tangga. Salah satunya hubungan antara suami-istri-mertua. Terkadang mertua terlalu jauh mencampuri rumah tangga anaknya, dengan motif beragam. Hal ini jelas akan mengganggu ritme jalannya rumah tangga. Begitu juga plin plannya suami dalam berprinsip, akan menjadi cobaam tersendiri.

Setiap rumah tangga akan menghadapi ujiannya sendiri. Sudut pandang istri dalam satu hal terkadang berbeda dengan sudut pandang suami. Jika masing-masing keukeuh dengan pandangannya, kapan mau akurnya.

Berbicara tentang suami dan mertua, paling pas adalah dari sudut pandang akhwat. Berikut salah satunya. Ukhti IIS MITASARI, menuliskan pandanganya sekaligus pesan untuk suami dan mertua. Suami mana saja dan mertua mana saja, semuanya layak untuk mengambil pelajaran dari curhatan ini.

Pesan untuk Suami

Suami jika engkau telah menikah jangan pernah satukan istrimu dengan keluargamu karna jika engkau tidak bisa adil terhadap keduanya maka tanpa disadari engkau bisa jadi anak durhaka dan suami yang dzolim.

Wahai lelaki ketika engkau memutuskan menikah maka harus kamu sadari bahwa kamu mulai menciptakan keluarga baru yaitu kamu dan istrimu bukan dengan orang tuamu atau orang tuanya karena mereka hanyalah bagian dari kehidupan baru yang kamu mulai karena hanya kamu dan istrimu yang akan menjalaninya serta menciptakan sebuah keluarga.

Pesan untuk mertua

Wahai mertua engkau pun harus menyadari ketika anak lelakimu menikah artinya dia akan menjadi pemimpin dan imam dalam sebuah keluarga baru maka janganlah engkau turut campur kecuali dalam hal kebaikan. Engkau memang ibu dari anakmu tapi bukan berarti engkau harus turut adil dalam urusan keluarga mereka.

Mertua ...

Mertua jangan pernah engkau mengkritik segala kekurangan mantumu karena pastinya anak lelakimu juga punya kekurangan di mata istri dan mertuanya. 

Jangan engkau katakan engkau tahu segalanya tentang anak lelakimu, engkau hanya tau dia sebatas anak bukan suami dan anakmu pun memperlakukan engkau hanya sebatas ibu bukan istri.

Maka ketika anakmu menikah, istri yang lebih tau segala kekurangan anakmu, jangan engkau membicarakan kekurangan mantumu kepada orang lain karna mantumu pun bisa membuka segala kekurangan anakmu, ingat engkau hanya sebatas ibu bukan istri.

Mertua engkaupun pernah menjadi mantu maka engkaupun tau bagaimana jika kehidupan rumah tanggamu ada campur tangan mertua.

Mungkin engkau merasa berbuat baik kepada mereka tapi tidak bagi mereka, tugasmu hanya menasihati bukan mencampuri.

Hampir rata-rata mertua lelaki lebih banyak adil dalam rumah tangga mantunya, kenapa ? Karena hampir rata-rata ketika sang anak menikah maka sang mantu akan di bawa ke rumah mertua, karna sang anak lelaki lebih menafkahi di banding mantunya. 

Ibu mertua kaya sering membantu anaknya jadi merasa lebih berhak atas rumah tangga anaknya, ingatlah mertua jika engkau membantu rumah tangga anak bukan berarti engkau bisa seenaknya terhdap mantumu,

Dan jangan jadikan mantumu menanggung utang budi kepadamu karena mantumu itu adalah istri dari anakmu dan sudah kewajiban anak lelakimulah yang menafkahi tapi hampir rata-rata jika mertua membantu nafkah rumah tangga anak pasti mantulah yang di bebani karna mantu itu orang lain jadi di anggap sebagai penumpang bukan keluarga.

Jika mantu perempuanmu kaya dan dia lebih mampu menafkahi serta engkau ikut bersamanya apakah engkau sudi di perlakukan seenaknya hanya di karenakan engkau menumpang kepadanya atau anak lelakimu tidak di hormati karena nafkahnya tidak sebanding ? Pasti engkau sebagai mertua juga ingin di hormati maka itu hargailah menantu mu.

Wahai mertua jangan engkau bandingkan menantumu dengan menantu yang lain, apa kamu sudi di bandingkan dengan mertua yg lain, bisa jadi menantu orang lain baik karna mertuanya lebih menghargai sang mantu,

Maka jika kamu ingin menantumu baik & menghormatimu maka hargailah menantumu, ingatlah mertua memang tidak ada mertua durhaka tapi engkau mungkin termasuk mertua dzolim, jika terjadi perpecahan dalam rumah tangga anakmu apa lagi sampai terjadi perceraian maka engkau turut andil dalam dosa yang telah engkau perbuat, 

jika sang mantu menjadi durhaka terhadap anakmu maka engkau juga menanggung dosa atas perbuatanmu, bisa jadi engkaulah yg menyebabkan mantumu menjadi durhaka terhadap anakmu.

Hati-hati para mertua jika engkau tidak ridho pada anakmu dan anakmu tidak ridho pada istrimu dan mantumu tidak ridho pada anak-anaknya, apa yg kamu harapkan lagi kecuali saling mendzolimi.

Wahai mertua jika engkau mempunyai anak perempuan maka ingatlah bahwa suatu saat anak perempuanmu akan menjadi menantu orang lain, apa engkau ikhlas anak perempuan mu di perlakukan sama seperti engkau memperlakukan menantumu, 

apa engkau ikhlas melihat anak perempuanmu yang ingin pindah dari rumah mertua tapi suaminya tidak di ridhoi ibunya untuk keluar dari rumahnya ?

Berlaku baiklah kepada menantumu agar anak-anak mu pun di perlakukan baik oleh mertuanya

TAPI, TIDAK SEMUA MERTUA SAMA👌

Deni Kurnia
Deni Kurnia Guru, Blogger, Penikmat Sastra, mentor kajian Islam remaja, selebihnya hanya seorang pembelajar

Posting Komentar untuk "Pesan Seorang Istri untuk Suami dan Mertua"