Menolak Poligami, Tapi Banyak Istri


Berbicara tentang poligami, sangat menarik buat para lelaki, namun sedikit "dibenci" kaum wanita. Ini tak lepas dari salahnya persepsi dan pelaksanaan poligami, yang dibolehkan dalam syariat Islam, tentu dengan aneka persyaratan berat yang harus dipenuhi. Salah satunya, adil. 

Sebenarnya dalam postingan ini saya tidak akan membahas tentang poligami itu sendiri. Biarlah para ahli yang menyodorkan segalanya tentang konsep dan praktek poligami yang sesuai syariat, dan yang mana bertolak belakang dengan syariat. 

Yang akan dibahas, soal persepsi terhadap poligami. 

Dalam sejarah bangsa ini, kita mengenal dua tokoh yang termasuk pahlawan nasional. Mereka adalah Sukarno dan Muhammad Natsir. Ada apa dengan mereka dan apa hubungannya dengan poligami? 

Dalam sebuah perbincangan, Sukarno pernah bertanya kepada Muhammad Natsir tentang poligami. Muhammad Natsir menjawab, "Itu kan dibolehkan dalam Islam, jadi saya setuju saja", demikian kira-kira jawaban Muhammad Natsir. 

Jadi, Muhammad Natsir setuju dengan poligami. Di sisi lain, ternyata Sukarno menolak konsep poligami. 

Perjalanan berikutnya, kita mengetahui bahwa Muhammad Natsir yang setuju dengan poligami, namun sampai akhir hayatnya, setia satu istri, alias tidak mendua atau mentiga.

Bagaimana dengan Sukarno yang secara tegas menolak poligami? Ternyata tokoh yang satu ini memiliki banyak istri. 

Pelajaran dari Cerita ini

Apa yang bisa kita simpulkan dari penggalan cerita di atas? Setidaknya kita akan mengambil beberapa catatan, antara lain:

1. Tak ada alasan menolak poligami, karena itu dibolehkan dalam syariat Islam (dengan syarat-syarat tertentu) 

2. Harus ada kesesuaian antara lisan dan perbuatan.

Tapi, afwan melalui tulisan ini, saya tidak sedang menganjurkan para lelaki untuk berpoligami. Jika keukeuh ingin berpoligami, sebaiknya baca dulu artikel berikut ini:

Setuju Poligami, Setia Satu Istri

Apa yang Terjadi, Cinta? 

Demikian sahabat Ukhtinews pembahasan seputar sikap dan perbuatan terhadap poligami. Lebih bijaklah dalam mengambil sikap, semuanya sandarkan kepada syariat, bukan berdasar syahwat. 

Wallahu a'lam. 

Gambar hanya pemanis, dari wattpad. 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel